Uncategorized

Tips Konten Marketing & Sosial Media Marketing Untuk UKM

   Konten marketing dan sosial media marketing tidak dapat dipisahkan. Platform media sosial menawarkan jalan bagi Anda untuk memasarkan isi Anda untuk jangkauan yang lebih luas.

  Membuat konten Anda menarik dan relevan dengan konsumen adalah sesuatu hal yang wajib ketika ingin memasarkan bisnis Anda di media sosial. Apabila sudah membuat konten yang menarik dan relevan, lalu sebarkan konten untuk di share  kepada audiens. Namun Anda harus tau terlebih dahulu media sosial mana yang tepat untuk memasarkan bisnis Anda.

   Untuk memaksimalkan konten Anda di media sosial dan ingin mendapatkan hasil yang bagus, Anda harus benar benar terlibat dalam percakapan atau interaksi lain dengan pelanggan ataupun komunitas.

  Pastikan Anda memberikan beberapa cara kepada pelanggan Anda  untuk menikmati, memberi andil, untuk mendukung perusahaan Anda. Hal ini nantinya akan membantu dalam meningkatkan kesadaran dan keterlibatan terhadap bisnis Anda, yang pada akhirnya berujung ke  penjualan.

    1. Tetap Informatif dan Relevan 
      Logikanya,  jika Anda ingin konten Anda menjadi viral dan ingin orang lain untuk berbagi informasi dengan  Anda, maka penting bagi anda untuk memastikan bahwa konten Anda relevan dan informatif. Salah satu alasan mengapa orang tidak mau berbagi konten adalah karena informasi itu tidak relevan dan bermanfaat untuk konsumen. Sangat penting untuk membuat konten yang shareable yang artinya mudah untuk dibagikan agar konten Anda bisa tersebar luas.
    2. Menjalin Platform Media Sosial Anda
      Apakah Anda sering mengecek media sosial Anda ?
      Apakah Anda sudah memaksimalkan media sosial untuk bisnis Anda?Untuk memaksimalkan konten Anda di media sosial, penting untuk Anda menghubungkan beberapa platform media sosial yang Anda miliki. Misalnya, memposting produk Anda di facebook dan dalam teks postingan anda memberikan link media sosial lainnya. Publikasikan aktivitas terbaru  bisnis Anda di media sosial  pada website Anda.
    3. Menggabungkan Media Sosial
      Ketika Anda menulis konten untuk blog Anda, Anda harus menciptakan kesempatan bagi pembaca Anda untuk berbagi konten Anda. Pastikan bahwa icon share ke sosial media  dikerahkan di web atau blog Anda. Tidak ada gunanya jika Anda ingin berbagi tetapi Anda tidak memiliki tombol berbagi sosial di situs Web Anda dan email ( untuk e-mail marketing ). Mengubah konten di manapun Anda mempublikasikan harus menjadi sesuatu sharable, sehingga orang dengan mudah berbagi di media sosial mana saja.
    4. Menawarkan Konten  Yang Trend 
      Jika Anda selalu bertanya apa jenis konten yang menghasilkan, Anda harus memastikanterlebih dahulu  apakah konten yang anda tawarkan sedang trend. Topik hangat biasanya akan menarik ke traffic web Anda , selalu jadikan ini sebagai bahan pertimbangan setiap kali Anda membuat konten. Cobalah untuk tidak mebuat konten yang bersifat teks, Anda perlu mencoba foto, video, ataupun ifografik agar orang tidak bosan dengan bisnis Anda.
Read more...

Konten, Kunci Di Era Digital

   Di era digital ini dalam membangun sebuah bisnis, media digital sangatlah penting dalam memasarkannya. Namun ada beberapa yang harus diperhatikan dalam memasarkan bisnis Anda. Kunci dari sebuah media digital adalah konten. Karena konten yang  bermanfaat dan menarik akan membuat pelanggan potensial dan fans anda ikut berinteraksi dengan Anda, sehingga dapat membangun engagement.

Tapi bagaimana caranya?

Share

   Anda mungkin sering melakukan ini di LinkedIn , Twitter , dan Facebook, Instagram, dan  Google + Anda. Idealnya, Anda pasti akan selalu ingin memperbaiki konten atau pesan anda yang pernah anda posting  di channel sosial media Anda. Jika konten Anda adalah visual, Cobalah untuk menggunakan Instagram dan Tumblr. Kadang konten visual suka dilupakan oleh sebagian pemasar, padahal konten visual dengan teks sangat mearik sehingga tidak membuat bosan.

Blogger 

   Cara terbaik untuk mendapatkan perhatian seorang blogger adalah dengan menawarkan mereka sesuatu yang bermanfaat. Seperti dengan memberikan informasi kepada mereka, dan libatkan mereka dalam konten yang dimiliki Anda. Biarkan mereka tahu bahwa  Anda menghargai  keahlian mereka dan kemungkinan besar, mereka akan membalas budi Anda.

Beriklan

   Setelah Anda sudah mengukur konten Anda di media sosial dan mempelajarinya serta  belajar bagaimana caranya berinteraksi dengan audiens, mungkin sudah saatnya Anda menaruh beberapa persen untuk beriklan di media sosial atau search engine seperti Google Adwords sehingga Anda dapat menjangkau lebih banyak orang. Melakukan penelitian dan mengeluarkan uang secara bijaksana  yang bertujuan untuk memaksimalkan ROI.

Para pemasar yang hanya ingin bermain di lingkungan ini dapat menggunakan kreativitas yang disesuaikan dengan usahanya.

Read more...

Digitalk Marketing

Sebelum era Digital Marketing, ketika orang hendak berpromosi , maka mereka akan
melakukan hal-hal seperti memasang iklan di Billboard, iklan di media cetak, menyebarkan
brosur dan lain sebagainya.

Dunia digital telah merubah semuanya, sekarang anda tidak akan lagi mengira
apakah target market anda sudah melihat iklan anda. Dengan digital marketing, anda bisa
melakukan promosi jauh lebih tertarget dan lebih terfokus kepada orang yang tertarik
dengan produk anda. Dan anda pun akan tahu jika iklan anda di klik oleh target market anda.
Digital marketing datang dalam berbagai macam bentuk, Search Engine Marketing, Banner
di website populer, Iklan di sosial media, iklan di Mobile Apps.
Dalam dunia digital marketing, pertanyaannya bukanlah apakah kita mampu beriklan
tepat sesuai customer potential kita, tapi lebih kepada bagaimana cara yang efektif untuk beriklan dari sekian banyak channel digital marketing  yang ada.

Melihat situasi seperti itu maka  ADconomic ingin mengadakan sebuah mini workshop bernama Digitalk Marketing . Apa itu Digitalk Marketing? Digitalk Marketing adalah sebuah mini workshop yang diadakan ADconomic untuk membahas  mengenai peningkatan penjualan dengan adwords dll yang berhubungan dengan digital marketing dengan tujuan dapat menjawab permasalahan permasalahan yang ada di dunia digital marketing. Kenapa harus ikut di Digitalk Marketing? karena di Digitalk Marketing kita akan mengetahui sudut pandang setiap orang megenai dunia digital marketing. Tidak cuma itu, konsep acara ini juga dibuat santai karena ini adalah sharing atau bertukar pendapat  mengenai digital marketing . Di acara ini  kita akan mengetahui permasalahan – permasalahan mengenai digital marketing berikut dengan solusinya. Jadi banyak sekali yang kita dapatkan apabila mengikuti acara Digitalk Marketing ini.

Digitalk Marketing ini sendiri akan diadakan di wilayah Jakarta. Untuk pendaftarannya pada Tahap I yaitu terakhir pada tanggal 31 Mei 2015 dan tempat terbatas. Untuk pendaftaran bisa klik di sini http://adconomic.com/daftar-nongkrong/.

Sampai bertemu di Digitalk Marketing kawan ADco

Read more...
Dove Choose Beautiful

Dove’s “Choose Beautiful” | Perempuan di seluruh dunia membuat pilihan

Masih ingat campaign viral Dove #DoveRealBeautySketches?, diluncurkan 2 tahun silam dan berhasil “menggemparkan” dunia maya dengan lebih dari 65 juta viewers??

Kali ini Dove kembali mengadakan campaign yang bertajuk #ChooseBeautiful, dengan memasang dua jenis pintu: Average dan Beautiful di 5 kota dunia sehingga para wanita bisa memilih pintu mana yang akan mereka masuki untuk mendefine diri mereka.

Inline dengan kampanye sebelum-sebelumnya, dove kembali memilih tema yang bukan lagi mendeskripsikan produk, melainkan kepada image, good cause, untuk membuat para wanita di dunia ini , merasa dan percaya diri untuk memilih menyatakan bahwa mereka beautiful.

Kampanye viral kali ini sudah menarik lebih dari 2 juta pemirsa untuk melihatnya dalam waktu dua hari saja!!. luar biasa!! bisa dikatakan cukup sukses dan bisa jadi mengekor kesuksesan kampanye sebelumnya….

Why viral? Why campaign to build image instead of product function?

Dove adalah brand besar dibawah payung perusahaan multinational raksasa, Unilever, yang dalam sejarahnya sudah diperkenalkan pada tahun 1955. Diawali dengan iklan-iklan yang mengedukasi konsumen bahwa Dove bukan sabun biasa karena komposisinya lebih besar adalah moisturizing cream; sejak tahun 2004 mereka memulai kampanye yang mengarah ke non-product description melalui “Campaign for Real Beauty” untuk menginspirasi para wanita untuk mengartikan beauty dalam arti luas dan menjadi percaya diri… berbagai sudut pandang mengenai beauty kemudian mereka luncurkan pada iklan-iklan TVC mereka.

Bisa dikatakan, karena merek ini telah mencapai level awareness yang baik, maka tidak perlu lagi terlalu berkutat pada iklan-iklan yang mengedukasi konsumen. Justru dari kampanye seperti ini, image atau citra dari Dove sebagai merek yang “pro wanita” menjadi terjustifikasi. Selanjutnya mengenai penggunaan media online atau buzz dengan viral. Di era digital ini, tidak dipungkiri going viral marketing merupakan kegiatan yang “low-budged-high-impact” dan pada akhirnya akan berkontribusi pada naiknya angka penjualan. Peluncuran video berdurasi panjang ini kembali membuktikan bahwa Dove masih percaya (dan membuktikan) bahwa metode ini memiliki tingkat accountability yang kuat bagi kegiatan pemasaran produk mereka.

Apakah artinya mereka sudah sempurna melakukan aktivitas marketingnya? belum tentu. Ilmu marketing nyaris tidak memiliki batas yang rigid tentang keberhasilan atau kegagalan suatu aktivitas pemasaran. Tapi yang jelas, market dan pesaing sudah melihat dan mengetahui (aware) atas pola kampanye  (yang positif) dari Dove. Dan hal ini bisa jadi merupakan salah satu sumber Ekuitas merek (Brand Equity) tambahan untuk Dove itu sendiri, dimana ekuitas merek pada akhirnya diharapkan berkontribusi positif ada kelangsungan dan profitabilitas merek dalam jangka panjang.

semoga!

#GGMktgThought

sources:

http://en.wikipedia.org/wiki/Dove_(toiletries)
http://news.yahoo.com/blogs/trending-now/dove-s-%E2%80%9Cchoose-beautiful%E2%80%9D-campaign-proves-beauty-is-a-choice-173044919.html;_ylt=AwrXgyKJiiZVdV0ApSrQtDMD;_ylu=X3oDMTByNWU4cGh1BGNvbG8DZ3ExBHBvcwMxBHZ0aWQDBHNlYwNzYw–
https://www.youtube.com/user/doveunitedstates
https://www.youtube.com/watch?v=litXW91UauE
Read more...
iklan internet, pasang iklan online, pasang iklan di internet, digital marketing, iklan google, jasa website murah, website

Web Desain unik, Halaman 404 Error Page Yang Keren

Pagi-pagi lagi iseng cari gambar unik eh.. ketemu gambar-gambar unik halaman 404 error page yang keren, lumayanlah untuk refrensi web desain. Tapi apa sih 404 Error Page ? pernah ‘ga pas lagi ngetik alamat web di web browser eh ternyata yang muncul malah tulisan “Error 404, Page Not Found” nah itulah 404 Error Page.

error-404

Kebanyakan desain 404 Error Page itu membosankan tidak ada yang menarik dan sering dilupakan. Tapi ditangan para desainer halaman tersebut disulap menjadi tampilan yang menarik dan beberapa perusahaan sengaja mendesain 404 Error Page untuk menjadi daya tarik tersendiri bagi website mereka. Halaman 404 Error Page yang baik dan kreatif justru mampu membuat para pengunjung web ‘betah’ apalagi jika disediakan navigasi untuk mengarahkan ke halaman utama atau kontak mereka.

Nah, ini dia Desain halaman 404 Error Page yang kreatif

wildWild

larkef-error

Larkef

bob-wassermann-error

Bob Wassermann

incore-error

Incore

grant-burke-error

GrantBurke

cooori-error

Cooori

martin-wright-error

Martin Wright

angry-birds-space-error

Angry Bird Space

marvel-error

Marvel App

tinycarrier-error

Tiny Carrier

thisbythem-error

This By Them

Nah itulah beberapa contoh desain halaman 404 error page yang kreatif. Sebenarnya masih banyak lagi desain halama 404 error page yang lebih kreatif, mudah-mudahan artikel ini bermanfaat. Jika berminat web kamu seperti ini juga hubungi Desain Grafis dan Web Development & Design Jakarta. Cek di Adconomic.com

Sumber :
webuidesign

Read more...
shades_of_Grey

“Fifty Shades of Grey”, a Marketing Phenomenon

Film yang diluncurkan bertepatan dengan perayaan hari kasih sayang atau Valentine’s Day 2015 ini menjadi perbicaraan di banyak media sosial tanah air dan Internasional. Film keluaran dari Universal studio tersebut menjadi film “terpanas” Hollywood, baik dari jalan cerita maupun, dari biaya, dari penjualan tiket bioskop yang dalam beberapa hari saja sudah: luar biasa!

Lantas apa sebenarnya yang menjadi kunci sukses film yang disadur dari buku dengan judul yang sama berbiaya US$40M ini? Karena banyak film yang memang diluncurkan pada hari Valentine, dan banyak pula film yang sudah beredar mengangkat seksualitas yang berakhir dengan biasa-biasa saja?

 

Menurut saya, kunci utama kesuksesan film ini adalah pada “Marketing” yang terencana dengan baik, dan dieksekusi dengan sempurna. Jauh sebelum film dibuat, tim marketing telah merancang milestones yang rapih. Produser betul merecanakan pembuatan dan pemasaran film ini dengan hati-hati. Berikut beberapa faktanya:

Hampir tiga tahun sebelum film dibuat, tim Marketing telah meakukan riset yang mendalam mengenai apa yang diinginkan  target audience/konsumen; apa yang menjadi keinginan para pembaca novel asli bertajuk sama karangan E.L James; kemudian merancang kegiatan pemasaran yang komprehensif untuk bisa memenuhi keinginan konsumen tersebut. Dalam ilmu pemasaran, ini adalah basic thing yang harus dilakukan setiap pemasar. Karena kunci utama dari konsep pemasaran adalah menggali dan mengetahui dengan baik  needs and wants dari konsumen, sebelum mebuat produk yang akan ditawarkan dan mendefinisikan siapa yang akan menjadi segmen yang disasar melalui riset pemasaran. Langkah pertama yang on track.

 

Tak kurang dari setahun sebelum film di rilis, kampanye pertama sudah diluncurkan. Poster bertuliskan “Mr. Grey will see you now” – mengambil petikan dari dialog di dalam film, dengan gambar pemeran Mr Grey yang terlihat bayangan dari belakang sudah dipajang di berbagai penjuru US, sebulan kemudian foto dari kedua pemain mulai muncul untuk memberikan clue berikutnya begitu selanjutnya. dilanjutkan dengan peluncuran twitter resmi film tersebut. tidak hanya statis dari satu sumber yaitu produser film, tapi tim marketing sudah memilih para “Brand Ambassador” / endorser yang kemudian akan menyebarkan “virus viral marketing untuk menciptakan awareness. Penulis buku asli, E.L James pun mulai ‘berkicau’ mengenai count down dari trailer; dan Beyonce 5 hari sebelum peluncuran trailer mulai menampilkan teaser-teaser trailer di akun instagram miliknya. Dari hal tersebut bisa kita simpulkan juga, bahkan trailer pun mereka treat dengan sangat spesial. se-spesial peluncuran filmnya! Sekian bulan sebelum film tayang, mulai secara pelan-pelan trailer di rilis, dengan berbagai versi, dimana versi yang diiringi lagu soundtrack “Crazy in Love” dari Beyonce menjadi trailer yang paling banyak dilihat sepanjang tahun 2014, bahkan sepajang sejarah jika diakumulasikan dengan media selain youtube. Empat bulan setelah trailer pertama, trailer ke dua muncul; dengan angle dan versi berbeda tentunya; diikuti dengan trailer ke-3 yang diluncurkan sebulan sebelum penayangan perdana full movie pada Superbowl XLIX, 1 Febuary 2015. trailer terakhir adalah “last reminder” yang sengaja dikeluarkan pada bulan yang sama sehingga potential audience kembali ‘diingatkan’ untuk ‘sabar, sebentar lagi’; sambil tidak lupa beberapa promosi melalui iklan-iklan singkat dengan tagline “curious?” yang  kerap ditayangkan untuk memberikan efek ‘penasaran’ yang besar.

 

Tak hanya itu, website resmi diluncurkan http://www.fiftyshadesofgreymovie-intl.com/ww/ sebagai baseline kegiatan digital marketing mereka. Tidak hanya sinopsis, foto-foto, video (update trailer dan soundtrack), terdapat pula “footage” yang berisikan detail dari apartment milik Mr Grey yang bisa dilihat 360 derajat lengkap, juga sebelu launching diadakan permainan/online game yang menawarkan pemirsa untuk menjadi internship  dalam perusahaan milik Mr Grey; dengan balasan gimmick sesuai tema film. Semua untuk menciptakan experience (marketing) sehingga audience potensial akan mulai merasakan engagement dengan tokoh, scene, dan detail di dalam film. Beberapa link ke penulis buku dan hal-hal yang berkaitan dengan film juga tersedia.

 

Soundtrack yang biasanya hanya dianggap sebagai pengiring film, juga mendapat perlakuan istimewa. peluncuran dari soundtrack-soundtrack tersebut dibuat berurutan sejak akhir tahun 2014; hingga yang terakhir empat hari sebelum premiere. Tak hanya Beyonce yang menyanyikan lead soundtrack, tapi beberapa penyanyi terkenal lain juga ikut serta.

 

Film semula direncanakan tayang pada November 2014, kemudian “diralat” untuk di luncurkan tepat pada hari kasih sayang 2015; Akhirnya film tersebut pertamakali ditayangkan 11 Februari pada Berlin International Festival dan akhirnya pada 13 Februari 2015 mulai ditayangkan di layar lebar komersial lainnya. yang menarik, tiket bahkan sudah di pasarkan delapan minggu atau dua bulan sebelum premiere film. Hasilnya? per 16 Februari atau 2 hari setelah peluncuran, tercatat $266,395,000 di bukukan dari penjualan tiket; mungkin sudah jauh melampaui biaya pembuatan film dan pemasarannya. Mereka beruntung, (atau lebih tepatnya sangat baik perhitungannya?) karena selain Valentine day, saat peluncuran  bertepatan dengan libur akhir pekan panjang President Day kemudian yang memberikan kesempatan tambahan orang untuk menonton. dan iklan pun terus dilakukan selama film tayang, untuk menjaring penonton target yang belum menonton; dan mungkin, belum terinform dengan baik oleh kegiatan pemasaran yang sebelumnya extensive dilakukan.

 

Dengan kontroversi dari isi cerita beserta adegan-adegan yang hampir pasti bisa mengkerut durasinya akibat gunting badan sensor; bisa dipastikan arus deras protes, petisi, gugatan, kecaman, satire, cibiran, analisa ahli yang menghujat, boikot dan berbagai aksi menentang lainnya pun muncul, juga, jauh sebelum film ditayangkan.

Alih-alih, itu justru membuat angka penjualan melesat ke atas tidak seperti goyah sedikitpun. Komunikasi viral di social media semakin besar, dari riset, kebanyakan wanita yang men-twit-bagian dari film, yang pada akhirnya menjadi tambahan gaung yang menguntungkan.

 

Apa yang bisa dipelajari dari kasus ini?

Do your homework!

Apply Marketing concept and Go Viral! And

Turn any negativity into possitive fortune.
Pertama, mereka tau benar siapa konsumen yang mereka target, mereka dengan hati-hati mempelajari pasar, serta menggali apa keinginan dan kebutuhan akan film yang akan mereka tonton. Mereka menggali apa yang membuat mereka terbit curiosity-nya, karakter seperti apa yang nyata, mendekati aslinya sehingga penonton bisa merasa terikat atau terhubung dengan film dan karakter,bahkan mungkin merasa bahwa karakter merepresentasikan diri mereka. bagaimana menjangkau para potential viewer, termasuk didalamnya; bagaimana menggenerate buzz marketing atau word of mouth yang massive tapi ‘murah meriah’ dan pastinya, menjangkau market tersebut. plus perhitungan, kapan potential viewers akan merasakan keinginan yang kuat atau urge untuk menonton film ini;

 

Kedua, strategi Marketing Comunication yang luar biasa; komunikasi disampaikan berbagai channel dipergunakan, terperinci dan sistimatis, konvensional, non-konvensional, digital marketing  ikut dilibatkan. Komunikasi tidak berhenti di iklan, penayangan trailer dan soundtrack di youtube, twitter para brand ambassador, print ads; juga memanfaatkan berbagai tayangan talkshow, berita, website, all out. Kegiatan yang serupa pernah dilakukan saat peluncuran film the Hunger Games; namun kali ini dengan pemanfaatan viral communication yang lebih intens. Menimbang pasar memang sudah sangat aware bahkan terbiasa dengan gadget yang terhubung dengan dunia maya, terutama media sosial dengan jaringan yang menggurita, maka informasi dapat diterima, sekaligus disebarkan dalam hitungan sepersekian detik. High Budged and Low Budged with high impact for sure. Semua pesan disampaikan dengan tema yang konsisten: persis menggambarkan pemanfaatan Integrated Marketing Communication, atau 360degree communication, dalam teori pemasaran; sehingga pesan yang disampaikan diterima dan dimengerti dengan baik tanpa distorsi berarti.

 

Ketiga, Animo dan reaksi yang kemudian menjadi ‘Buzzer tambahan’ yang dilakukan secara oral maupun viral membuat gaung Film ini semakin “Grande”; blessing in disguise, curiosity-pun semakin besar terbentuk. Tidak ada penjelasan frontal yang ditujukan untuk membalas berbagai kritikan pedas; tapi mereka tetap melakukan kegiatan pemasaran yang diperlukan guna mempertahankan animo penonton hingga masa tayang resmi berakhir. Tidak perlu defensif atau offensive, biarkan penonton yang menilai. Sekian hari tayang, dan sudah bisa melampaui box office film lainnya. Sungguh cantik cara mereka memanfaatkan dan mengutilisasi kegiatan pemasaran yang tepat.
Konon sequel berikutnya akan tayang 2016 mendatang. secara histori sekuel bisa jadi tak se sukses awalnya. kita lihat, strategi pemasaran yang bagaimana lagi yang nanti mereka lakukan, akankah sequel kembali mendulang sukses?

 

‪#‎GG‘sMktgThought

 

Note: catatan diatas TIDAK dan BUKAN merupakan bagian dari kegiatan Marketing film tersebut, dan penulis TIDAK mengarahkan pembaca untuk melihat atau tidak melihat film tersebut. penulis BELUM melihat film secara utuh. tulisan diatas MURNI membahas sisi pemasaran suatu obyek. Maka, semua berpulang pada diri masing-masing yang menentukan. Merdeka.

 

Sumber:

http://en.wikipedia.org/wiki/Fifty_Shades_of_Grey_(film)
http://variety.com/2015/biz/news/theres-more-sizzle-than-sex-in-selling-fifty-shades-of-grey-1201421989/
http://www.fiftyshadesofgreymovie-intl.com/ww/
Read more...

Seberapa Pentingkah Bisnis Anda Memiliki Website

Sebelum lebih jauh membahaas seberapa penting bisnis anda memiliki sebuah website kita simak beberapa fakta menarik berikut :

” Orang indonesia menghabiskan rata-rata 9 jam perhari menatap pada perangkat elektronik mereka, tertinggi dari 30 negara yang terakhir disurvey oleh agensi riset pemasasaran Millward Brown.”

“pengguna internet di Indonesia mencapai angka 71.19 juta orang di tahun 2013 dan di harapkan mencapai 107 juta orang di tahun 2014 dan meningkat hingga 139 juta orang di tahun 2015.”

Read more...
iklan internet, pasang iklan online, pasang iklan di internet, digital marketing, iklan google, jasa website murah, website

Web Desain unik, Halaman 404 Error Page Yang Keren

Pagi-pagi lagi iseng cari gambar unik eh.. ketemu gambar-gambar unik halaman 404 error page yang keren, lumayanlah untuk refrensi web desain. Tapi apa sih 404 Error Page ? pernah ‘ga pas lagi ngetik alamat web di web browser eh ternyata yang muncul malah tulisan “Error 404, Page Not Found” nah itulah 404 Error Page.

error-404

Kebanyakan desain 404 Error Page itu membosankan tidak ada yang menarik dan sering dilupakan. Tapi ditangan para desainer halaman tersebut disulap menjadi tampilan yang menarik dan beberapa perusahaan sengaja mendesain 404 Error Page untuk menjadi daya tarik tersendiri bagi website mereka. Halaman 404 Error Page yang baik dan kreatif justru mampu membuat para pengunjung web ‘betah’ apalagi jika disediakan navigasi untuk mengarahkan ke halaman utama atau kontak mereka.

Nah, ini dia Desain halaman 404 Error Page yang kreatif

wildWild

larkef-error

Larkef

bob-wassermann-error

Bob Wassermann

incore-error

Incore

grant-burke-error

GrantBurke

cooori-error

Cooori

martin-wright-error

Martin Wright

angry-birds-space-error

Angry Bird Space

marvel-error

Marvel App

tinycarrier-error

Tiny Carrier

thisbythem-error

This By Them

Nah itulah beberapa contoh desain halaman 404 error page yang kreatif. Sebenarnya masih banyak lagi desain halama 404 error page yang lebih kreatif, mudah-mudahan artikel ini bermanfaat. Jika berminat web kamu seperti ini juga hubungi Desain Grafis dan Web Development & Design Jakarta. Cek di Adconomic.com

Sumber :
http://webuilddesign.com/46-most-creative-404-error-page-examples-edition-2015/

Read more...

Whats Viral

Energistically target synergistic ROI after cross-platform technology. Progressively brand client-centric expertise for equity invested architectures. Rapidiously revolutionize end-to-end quality vectors rather than visionary services. Compellingly coordinate plug-and-play materials vis-a-vis excellent data. Completely plagiarize installed base users rather than synergistic paradigms. (more…)

Read more...